Selain itu, ditambahkannya, Demikian pula filosofi menjahit. Bahwa menjahit itu artinya melekatkan atau menyambung. Menyambung seluruh bagian-bagian yang ada. Menyatukan antara yang satu bagian dengan bagian yang lain.
Sebagaimana menjahit pakaian perlu merancang, mendesain, lalu menjahit atau menggabungkan antar bagian sesuai yang sudah dirancang, dikendalikan, dan akhirnya dievaluasi, begitulah kehidupan ini juga kita ibarat penjahit. Kita perlu merancang, mendesain, malaksanakan, memgendalikan, dan mengevaluasi kehidupan kita. Agar kemudian kehidupan kita tercipta dengan baik dan indah. Demikian dikatakan Kabid PKPTK Disnaker Palas Muhammad Idrisman Mendefa, S.Th.I., M.A.P., mengakhiri sambutannya.
Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Ruhul Islam, Misbah Fuadi Hasibuan mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan atas kehadiran pada acara pembukaan kegiatan pelatihan yang kedua menjahit pakaian di BLK Komunitas Pondok Pesantren Ruhul Islam, Desa Sialambue Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas kita ini.
“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih Kepada Pemerintah, Kemenaker RI, Kakan Kemenag Bapak H. Abdul Manan, M.A. Kabid PKPTK Disnaker Palas, M. Idris Mandefa, dan Ketua BSPPL Ayahanda H. Fauzan Hamidi Hasibuan. Kiranya melalui acara pembukaan pelatihan yang kedua kali ini, semakin mempererat hubungan tali silaturrahim di antara kita semuanya serta mohon dukungannya selalu,” pungkasnya.
Turut dihadiri Kakan Kemenag Palas H. Abdul Manan, Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kab. Padang Lawas, Muhammad Idrisman Mendefa, S.Th.I., M.A.P., CPHRM, CNNLP, CTMP., Ketua Badan Shilaturrahim Ponpes se-Kab. Padang Lawas (BSPPL), Ust. H. Fauzan Hamidi Hasibuan, S.Th.I., Kepala Desa Sialambue, dan Kepala Desa Bangun Raya.(*)
Komentar