Tahun 2018 Setara Institute menobatkan Kota Singkawang menjadi Kota Paling Toleran di Indonesia. hal ini disebabkan karena kehidupan serta kerukunan masyarakat nya yang harmonis dan majemuk.
Salah satu bukti tingginya tingkat toleransi beragama di Kota ini adalah keberadaan Vihara Tri Dharma Bumi Raya atau yang disebut juga Pekong Toa yang kabarnya sudah berusia 200 tahun, yang keberadaan Pekong toa ini bersebelahan dengan Mesjid agung yang juga merupakan mesjid tua dan terbesar yang telah berdiri sejak tahun 1885.
Adalah Tjhai Chui Mie, sang walikota kota Singkawang dari suku Thionghoa yang merupakan pemimpin daerah perempuan pertama di Indonesia. Di era kepemimpinannya Tjhai Chui Mie, saat ini pembangunan kota berkembang dengan pesat.
Selain membangun taman-taman kota, Tjhai Chui Mie pun berhasil membangun tiga gerbang kota, yang anggaran nya hasil kolaborasi antara para donatur dan Pemkot. Belum lama Singkawang juga menerima penghargaan sebagai Kota Tertoleran di tahun 2020.
Selain itu juga Singkawang menerima Anugrah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada Peringatan Hari Pers Nasional pada tanggal 9 Februari 2021 lalu.
Fakta unik dan menarik yang ada di kota ini adanya tradisi khas Tionghoa yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya,antara lain, Cap Gomeh, Imlek, dan Ceng Beng, dan juga Pawai Tatung.
Bong Pi Shang, salah seorang warga keturunan Thionghoa yang kini menetap di kota Jakarta menjelaskan kepada seputarpublik.com, bahwa Pawai Tatung itu adalah merupakan pawai yang diselenggarakan saat perayaan Cap Gomeh yang merupakan pawai terbesar di dunia.
“Pawai ini merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Dayak,” tuturnya.
Komentar