“Apa yang ingin kami lakukan adalah menjadikan pilah sampah sebagai perilaku sehari-hari masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Pilah Sampah DKI Jakarta turut mengajak generasi muda untuk lebih aktif menjaga lingkungan melalui perubahan kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, persoalan sampah dan polusi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Kita sering mengeluh tentang jalanan yang kotor atau polusi udara. Namun yang harus dilakukan adalah mengubah kebiasaan dan menyadari bahwa kita juga bagian dari solusi,” katanya.
Ia menambahkan, sampah tidak selesai hanya dengan dibuang ke tempat sampah, tetapi perlu dipilah agar dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali secara optimal.
Kehadiran CFD Rasuna Said dinilai tidak hanya menghadirkan ruang publik yang sehat, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak, berinteraksi sosial, dan meningkatkan kualitas hidup di tengah perkotaan.
“Masalah lingkungan pada dasarnya adalah masalah kemanusiaan. Saya berharap ruang publik seperti ini membuat masyarakat lebih sering bergerak dan bersosialisasi sehingga kualitas hidup warga Jakarta semakin baik,” tuturnya.(*/hel)
Komentar