Seputar Publik / Nusantara

"Kuasa Kata" dalam Pertemuan Kecil

Sementara puisi dari karya foto, tulis Agus dalam Pengantar di hal. 11, tidak ada bedanya dengan karya lukis. Ia berfungsi sebagai alat rekam sementara ketika menemukan inspirasi di suatu benda dan tempat.

Ada hal menarik lainnya dalam kumpulan puisi Pertemuan Kecil ini. Antara lain, pertama adalah instrumentalia dari Krakatau Band berjudul Senja, berhasil “dipuisitisasi” oleh Agus. Kedua, ada empat judul puisi, yaitu Celepen, Muih, Dilema dan Gempa Lombok: Ingatan Melawan Lupa, pun berhasil dimusikalisasi oleh Soni Hendrawan –yang sayangnya barcode musikalisasinya tidak ditampilkan.

Terkait musikalisasi puisi, Ary Juliyant memberi pernyataan tersendiri. Yaitu bagaimana proses harmonisasi bunyi menjadi musik. “Dari kumpulan kata-kata lahir musikalisasi puisi,” kira-kira seperti itu ujar Kang Ary.

Apa pun itu, Kongso Sukoco menilai bahwa transformasi (proses penafsiran) oleh Agus K Saputra dari pengalaman visual ke dimensi bahasa merupakan bentuk apresiasi seni yang unik. Ini suatu (yang mungkin) menjadi reinterpretasi ekspresi visual (dalam lukisan) melalui kata-kata, melalui bahasa puisi.

“Kita meresapi perasaan dan emosi yang muncul saat melihat lukisan, dan kita melakukan re-kreatif sebuah ekspresi visual,” tandas Kongso.

(Yyt)

Tulis Komentar

Komentar