Seputarpublik.com || JAKARTA – Meningkatnya kriminalitas jalanan, melemahnya daya beli masyarakat, serta tantangan lapangan pekerjaan menjadi perhatian dalam Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane, menyampaikan bahwa peningkatan angka kriminalitas yang terjadi di sejumlah wilayah perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat rasa aman di tengah masyarakat.
Diskusi tersebut dihadiri sejumlah tokoh pers dan pengamat, di antaranya mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019–2022, Hendry Ch Bangun, wartawan senior AR Loebis, Moh Nasir, serta sejumlah pemimpin redaksi media massa.

Dalam forum tersebut, peserta diskusi menyoroti keterkaitan antara kondisi ekonomi masyarakat dan meningkatnya keresahan sosial. Beberapa peserta menilai perlambatan sektor riil dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi tantangan yang perlu direspons melalui kebijakan yang tepat.
Moh Nasir, wartawan senior, mencontohkan adanya gejala penurunan kemampuan ekonomi masyarakat yang terlihat dari meningkatnya keterlambatan pembayaran berbagai kewajiban rumah tangga di sejumlah kawasan permukiman.
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli mendatang, FWK menilai momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Sebagai institusi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, Polri diharapkan terus hadir di tengah masyarakat serta memberikan rasa aman melalui pelayanan yang profesional,” ujar Raja Pane.
Peserta diskusi juga menilai pentingnya langkah preventif melalui patroli dan pengawasan keamanan yang dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas kamtibmas di berbagai daerah.
Sementara itu, AR Loebis mengingatkan pentingnya respons terhadap berbagai aspirasi masyarakat agar situasi sosial tetap kondusif dan stabil.
Penguatan Kredibilitas dan Kepercayaan Publik
Dalam diskusi tersebut, Hendry Ch Bangun menilai bahwa tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi saat ini memerlukan penguatan kredibilitas pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi.
Menurutnya, disiplin dalam pengelolaan kebijakan fiskal, peningkatan tata kelola program strategis nasional, serta konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan dunia usaha.
Ia juga menyoroti sejumlah indikator positif yang menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia, termasuk keberhasilan penggalangan dana melalui instrumen keuangan yang mendapatkan respons baik dari pasar internasional.
“Kepercayaan pasar dan investor merupakan modal penting yang perlu terus dijaga melalui kebijakan yang konsisten dan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Di sisi lain, Koordinator Bidang Ekonomi FWK, Herry Sinamarata, menilai bahwa tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik domestik maupun global. Menurutnya, dinamika geopolitik dan kondisi ekonomi internasional turut memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Melalui Diskusi Kebangsaan tersebut, FWK berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.(Red)*