“Kita ingin para pelaku UMKM merasakan manfaat langsung dari festival ini. Jika voucher yang tersedia masih kurang, akan kami tambahkan lagi agar masyarakat bisa berbelanja dan para pelaku usaha semakin terbantu,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kampung Budaya Petukangan yang dinilainya menjadi momentum penting dalam menjaga identitas budaya Betawi sebagai budaya asli Jakarta.
Menurut Syafrin, keberadaan budaya Betawi kini memiliki landasan yang semakin kuat setelah ditetapkan sebagai budaya asli Jakarta melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.
“Festival Kampung Budaya Petukangan menjadi momentum bagi kita semua untuk melestarikan budaya Betawi yang merupakan budaya asli Jakarta. Tidak hanya Silat Beksi, tetapi juga kuliner, seni, dan berbagai kreativitas masyarakat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Betawi,” kata Syafrin.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan gedung-gedung modern, tetapi juga dari keberhasilan menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang menjadi identitas kota.
Komentar