Disampaikan oleh Menpora, saat ini posisi Indonesia tengah menangani korupsi, kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, hoax, ujaran kebencian dan tantangan lain. Namun, ini tak boleh menghentikan semangat pemuda dalam memajukan Indonesia ke arah masyarakat adil dan makmur.
“Kita hadapi kesenjangan teknologi antargenerasi dan perubahan kompleks dalam berbagai bidang. Penguasaan teknologi, informasi, dan literasi digital oleh pemuda menjadi krusial. Pemuda harus memiliki visi, misi, serta peran strategis 30 tahun ke depan untuk mempercepat pembangunan. Kolaborasi lintas generasi dan sektor diperlukan, sesuai dengan undang-undang kepemudaan dan Perpres Koordinasi Pelayanan Kepemudaan,” ujarnya.
Terakhir ia mengajak seluruh rakyat Indonesia, pada Hari Sumpah Pemuda ini, untuk menyepakati kerja sama dari semua pihak terkait: Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, Organisasi Kepemudaan, Komunitas, dan elemen lainnya.
“Saudara-saudara, mari gunakan momentum Hari Sumpah Pemuda ke-95 ini untuk membangkitkan semangat kolaborasi dalam memajukan negeri. Semoga Tuhan senantiasa memberikan kita kekuatan,” tandas Plt Bupati Palas membacakan sambutan Menpora Dito Ariotedjo.
Pada gelaran Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 ini, dibacakan pula Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928, oleh perwakilan dari FKPPI Kabupaten Palas dan UUD tahun 1945 oleh perwakilan KNPI Kabupaten Palas.
Ikut hadir dalam upacara ini antara lain Kapolres Padang Lawas AKBP Diari Estetika, Kajari Padang Lawas Teuku Herizal, MM, M.Si, Ketua PA Sibuhuan Bainar Ritonga, Wakil DPRD II Sahrun Hasibuan, Sekda Arpan Nst, S.Sos, Perwakilan Kemenag Kab. Padang Lawas,Para pejabat Teras Pemkab Padang Lawas, Pimpinan Instansi Vertikal,Tokoh Pemekaran, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Kepemudaan, Mahasiswa, Insan Pers dan undangan lain. (*)
Komentar