Seputarpublik.com || JAKARTA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzammil Yusuf, menyoroti proses pergantian kepemimpinan Ketua DPRD DKI Jakarta yang dinilainya sarat nilai keteladanan politik dan spiritualitas dalam kehidupan demokrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Muzammil usai pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta sisa masa jabatan 2024–2029 dari Khoirudin kepada Suhud Alynudin dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang berlangsung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (8/6/2026).
Dalam sambutannya di Gedung DPW PKS DKI Jakarta, Muzammil mengapresiasi proses pergantian estafet kepemimpinan yang berlangsung tertib, kondusif, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Ia secara khusus memberikan penghargaan kepada Khoirudin atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta. Menurutnya, sikap legowo yang ditunjukkan Khoirudin menjadi teladan penting bagi kader PKS maupun masyarakat luas.
“Saya kira hasanah atau kebaikan yang perlu kita sebarkan sebagai ciri khas partai kader,” kata Muzammil.
Muzammil menilai sikap Khoirudin yang tetap memimpin rapat paripurna untuk proses pergantian dirinya sendiri merupakan bentuk kematangan politik yang jarang ditemukan dalam praktik demokrasi.
Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan nilai spiritualitas politik yang mengedepankan pengabdian, kedewasaan, serta kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
“Ini sebagai keteladanan politik, spiritualitas politik, sebagai gerakan dakwah, sebagai gerakan jamaah Islam rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muzammil meminta Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli bersama Ketua DPRD DKI Jakarta yang baru, Suhud Alynudin, untuk membawa nilai-nilai keteladanan tersebut ke ruang publik.
Ia berharap proses pergantian kepemimpinan yang berlangsung damai, tertib, dan penuh penghormatan dapat menjadi contoh budaya politik yang sehat di Indonesia.
“Karena itu menjadi kebanggaan dan kesyukuran kader kita seluruh Indonesia,” tuturnya.
Pergantian kepemimpinan DPRD DKI Jakarta ini menjadi perhatian publik karena berlangsung tanpa dinamika internal yang mencolok. PKS menilai proses tersebut menunjukkan bahwa politik dapat dijalankan dengan mengedepankan etika, keteladanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.(*/hel)