Bagi Faisyal, momentum ini bukan sekadar mengenang jasa proklamator, melainkan panggilan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Trisakti dalam konteks kekinian.
"Bulan Bung Karno adalah ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa, seperti yang sering dikatakan oleh para pemimpin kami, tetapi lebih dari itu, ini adalah waktu untuk mengayomi rakyat melalui kebijakan nyata," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Pernyataan ini sejalan dengan semangat peringatan Bulan Bung Karno yang berlangsung sepanjang Juni, dari tingkat provinsi hingga kota, yang menekankan bahwa perjuangan Bung Karno harus hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan sehari-hari.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi ini juga menekankan bahwa esensi ajaran Bung Karno, khususnya Trisakti (berdaulat di politik, berdikari di ekonomi, berkepribadian di budaya), adalah resep jitu menghadapi tantangan global.
"Maknanya dalam bagi kami di DPRD adalah bagaimana setiap kebijakan daerah harus mencerminkan kedaulatan. Jangan sampai kebijakan kita hanya menguntungkan kapitalisme asing. Kita harus memastikan ekonomi warga Bekasi dan Jabar berdaulat," tegasnya.
Bulan Bung Karno tahun ini dirangkai dengan berbagai agenda kebudayaan dan edukasi, seperti lomba cipta puisi dan tari, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda sejak dini.
(ADV)
Komentar